Cara penularannya:
- Hubungan seks berisiko
- Pemakaian jarum suntik bergantian (terutama pada penasun)
- Transfusi darah yang tidak steril
- Dari ibu ke anak
- Transplasental
- Proses melahirkan
- Proses menyusui
Apa
Kaitan Pengguna Narkoba dengan HIV?
Pengguna Narkotika Suntik (Penasun)
memiliki risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV.
HIV
tidak akan nular melalui:
- Jabat tangan
- Sentuhan
- Berpelukan
- Berangkulan
- Menggunakan alat makan atau minum yang sama
- Tinggal serumah dengan ODHA (orang dengan HIV-AIDS)
- Termasuk melalui gigitan nyamuk
Gimana
Infeksi HIV terjadi?
Infeksi HIV terjadi melalui beberapa
tahapan:
- Periode Jendela (Window Periode)
Virus masuk kedalam tubuh dan berkembang. Pada tahap ini (3 bulan pertama) kalo kita melakukan tes, virus belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan antibody darah yang biasa dilakukan.
Nggak ada gejala yang muncul tapi virus sudah bisa ditularkan ke orang lain, bahkan pada periode ini virus sedang banyak – banyaknya menggadakan diri, sehingga penularan lebih besar lagi. - Pada tahap ini HIV sudah dapat terdeteksi kalo kamu melakukan tes HIV. Tapi dalam tahap ini belum menunjukkan gejala dan tampak sehat, tergantung pada kondisi kesehatan dan daya tahan tubuhnya. Biasanya 5-10 tahun.
- Muncul Gejala
Pada tahap ini mulai muncul gejala – gajala seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan, diare terus menurus tanpa sebab yang jelas, batuk dan sesak nafas lebih dari satu bulan secara terus menerus, kulit menjadi gatal dan muncul bercak –bercak merah kebiruan.Gejala tersebut menunjukkan sudah ada kerusakan pada sistem kekebalan tbuh. Berat badan sudah mulai menurun. - Pada tahap ini kekebalan tubuh kita sudah sangat menurun, sehingga terserang berbagai penyakit, seperti: radang paru-paru (TBC/tuberculosis), radang karena jamur di mulut dan kerongkongan, gangguan susunan saraf (toxoplasmosis), kanker kulit, infeksi usus, dan infeksi lain.
Tanda-tanda
orang yang hidup dengan HIV-AIDS
HIV tidak dapat dilihat dengan kasat
mata, hanya dengan melihat seseorang dari tampak luarnya saja.
Untuk memastikan seseorang telah
terinfeksi HIV atau belum, hanya bisa dilakukan melalui tes HIV. Tes HIV
diawali dengan konseling dan dilakukan secara sukarela, atau inisiatif dari
dokter yang memeriksanya.
Tips-
tips Mencegah IMS dan HIV-AIDS
Biar ga kena HIV, hindari perilaku
berisiko yang bisa menularkan virus, caranya sebagai berikut:
- Abstinence:
Tidak berhbungan seks sampai
mencapai kesiapan mental, fisik dan social.
- Be Faithful:
Saling setia hanya pada satu
pasangan.
- Condom Use:
Kondom digunakan oleh pasangan seksual
aktif atau seseorang yang sering berganti pasangan.
- Don’t Share Needle dan Drugs:
Nggak tukaran jarum suntik dan alat
tusuk obat lainnya. Gunakan hanya alat suntik, alat tusuk atau alat medis baru
atau steril. Dan jangan menyalahgunakan obat (drugs).
- Education:
Cari informasi sedini dan sebanyak
mungkin agar kita terhindar dari penularan IMS dan HIV-AIDS.
Sumber :











0 komentar:
Posting Komentar